Aku sudah terbiasa mengakiri malamku tanpa sebuah sapa. Bergaul dengan sepi,dengan semilir angin yang menjelma dalam sebuah keheningan.
sebab di malam-malam sebelumnya aku pernah tertawa seketika bahagia terlukis pada dinding malam sewaktu masih bertaut pada rasa nyaman.
Sudah cukup lama rupanya pura-pura itu kian melekat, hingga berantakan memenuhi ruang-ruang duka yang menghasilkan asing yang paling memuakkan. Pada akhirnya hati berambisi untuk menepi, meski jalan pulang melambai merayu untuk kembali.

#Herenia✍️


Postingan populer dari blog ini

Kesibukan mahasiswa semester 7

Natal di paroki Tritunggal maha Kudus ranggu