Demografi
ANGKA KELAHIRAN SEBAGAI PATOK PERKEMBANGAN NEGARA MAJU
OLEH: FERIARDUS RATE(PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PERTANIAN,UNIVERSITAS INDONESIA KHATOLIK SANTU PAULUS RUTENG)
DEMOGRAFI
Demografi adalah setiap tulisan mengenai rakyat atau kependudukan manusia.ada banyak masalah demografi yang ada di Indonesia salah satunya yaitu jumlah angka kelahiran yang sangat tinggi.
Angka kelahiran di Indonesia menjadi salah satu patok terbentuk Nya Indonesia menjadi sebuah negara maju, Tingginya angka kelahiran ini menempatkan Indonesia pada urutan keempat—setelah Cina, India, dan Amerika Serikat—dengan populasi mencapai hampir 270 juta jiwa. Indonesia telah dinobatkan sebagai negara terpadat nomor empat di dunia, sementara nomor satu adalah negara China.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya tingkat kelahiran, yaitu:
Kawin di usia muda.
Anggapan banyak anak banyak rejeki.
Kurangnya informasi tentang keluarga berencana.
Penilaian yang tinggi terhadap anak seperti anak sebagai penerus keturunan, anak sebagai sumber tenaga kerja, dan anak sebagai tumpuan hari tua. Sejak pelaksanaan program KB pada tahun 1970 Indonesia telah berhasil menurunkan angka kelahiran total dari 5,7 (1960) menjadi 2,45 anak per keluarga pada awal 2020. Namun hal itu belum maksimal karena minim nya kesadaran jumlah akseptor keluarga berencana di kalangan laki-laki, hanya 4,4%, di bandingkan jumlah akseptor di kalangan perempuan yang mencapai 61,9%. Data ini mencerminkan partisipasi laki-laki dalam program KB melalui penggunaan kontrasepsi belum dianggap lazim di Indonesia.
Ada tiga penyebab dari faktor tersebut yaitu
Faktor Kognitif: separuh laki-laki tidak ikut penyuluhan
Faktor Psikologis: gambaran keliru tentang seksualitas
Optimalkan pendidikan dan bimbingan pranikah
Cara Mengatasi Pertumbuhan Penduduk
Kampanye program KB (Keluarga Berencana) untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga. Selain itu program KB juga dapat berfungsi untuk menekan jumlah angka kelahiran.
Menciptakan lapangan kerja untuk menekan jumlah angka pengangguran.
Menunda masa perkawinan dini untuk mengurangi jumlah angka kelahiran.
Menggalakkan program transmigrasi supaya kepadatan penduduk tidak hanya di suatu daerah tertentu saja, tetapi juga menyebar ke daerah lain.
Meningkatkan kesadaran akan mitos “banyak anak banyak rezeki” di kalangan masyarakat.
Meningkatkan pendidikan dan pemahaman bahwa laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol dapat berdampak bagi negara.