pantun
Nama : Herenia Nahul
Npm : 21106030
Kelas : 2021A
1
Mayang berjuntai mengawali bulan,
abadikan keagungan karya pencipta.
Kehidupan bermakna hindari bualan,
perintang jalan mewujudkan cita-cita.
Kehidupan bermakna hindari bualan,
perintang jalan mewujudkan cita-cita.
Setiap orang punya harapan,
untuk masa depan yang bersahaja.
Gunung berderet latari kampus,
langit cerah mendung tersingkir.
Keringat lelah pastilah terhapus.,
Sederetan prestasi yang tersingkir.
Keringat lelah pastilah terhapus,
sederetan prestasi yang terukir.
Setiap kehidupan mestilah terurus,
Agar manusia tidak menjadi kikir..
2
Pojok taman berhiaskan dahlia,
berlatar kampus gedung kembar.
Pribadi bijak berpikiran mulia,
segala pilihan pastilah ditawar.
Pribadi bijak berpikiran mulia,
segala pilihan pastilah ditawar.
Setiap perbuatan mulia,
adalah perbuatan yang mesti diajar.
Senja turun menyusuri menara,
mengakrabi bumi menjanjikan fajar.
Segala sesuatu serba sementara,
karenanya hidup peluang berlajar.
Segala sesuatu serba sementara,
karenanya hidup peluang belajar.
Setiap kehidupan itu setara,
dari kesusahan kita belajar.
3
Anggrek tupai di teras rumah,
mekar indah serupa mayang.
Segala perkara terasa mudah,
jika setia kita bersembayang.
Segala perkara terasa mudah,
jika setia kita bersembahyang.
Rejeki akan berlimpah,
Jika manusia punya hasrat berjuang.
Pohon lontar bertumbuh pasang,
berlatarkan gunung berliput awan.
Semesta ciptaan indah dipandang,
mustahil kebesaran tuhan dilawan.
Semesta ciptaan indah dipandang,
mustahil kebesaran Tuhan dilawan.
Asah perjuangan setajam parang,
menangkal hidup penuh perjudian.
4
Mustahillah bumi menolak hujan,
selagi insan menginginkan bunga.
Hidup menjalankan hak dan kewajiban,
tuntutan musafir pendamba surga.
Hidup menjalankan hak kewajiban,
tuntutan musafir pendamba surga.
Semua perbedaan disetiap insan,
adalah warna warni sebuah bangsa.
Kawanan kerbau mengendus kolam,
sebelum senja meninggalkan padang.
Setiap perselisishan mestinya diredam,
jauhkan orang mengandalkan pedang.
Setiap perselisihan mestinya diredam,
jauhkan orang mengandalkan pedang.
Kehidupan akan menjadi kelam,
bila manusia tak saling mengenang.
5
Semesta setia hadirkan pesona,
dibahasakan kala kuntum mekar.
Kejujuran itulah kereta kencana,
pelengkap semangat yang tegar.
Kejujuran itulah kereta kencana,
pelengkap semangat yang tegar.
Mati itu tidak direncana,
untuk itu hidup penuh belajar.
Fajar boleh bertukar petang,
sisakan kisah seluas pelataran.
Tuhan menunggu insan datang,
berkisah hidup dalam kehinaan.
Tuhan menunggu insan datang,
berkisah hidup dalam kehinaan.
Pergi pagi pulang petang,
adalah cara manusia mencapai kekayaan.
6
Gladiola mekar dekat kolam,
batang tegak lampaui perdu.
Gembira itu ekspresi terdalam,
penguat jiwa selepas sendu.
Gembira itu ekspresi terdalam,
penguat jiwa selepas sendu.
Cita-cita tak boleh suram,
pada dunia kita beradu.
Langit tidak selalu mendung,
menjadikan kota tampak ceria.
Kasih Tuhan tiada terbendung,
pelita pewarta kabar gembira.
Kasih Tuhan tiada terbendung,
pelita pewarta kabar gembira.
Janganlah pandai mengarang,
karena kehidupan itu setara.
7
Kelopak mawar menanti hujan,
walau kuntumnya tinggal satu.
Kepastian akan adanya tujuan,
membuat hidup bergerak maju.
Kepastian akan adanya tujuan,
membuat hidup bergerak maju.
jangan cepat mengambil keputusan,
pada isi hati kita mengaju.
Rumah adat menengak ke langit,
bahasakan kisah berderetkan warsa.
Warisan budaya haruslah dirakit,
sebelum kehidupan beralih masa.
Warisan budaya haruslah dirakit,
sebelum kehidupan beralih masa.
Mengapai cita-cita setinggi langit,
tunjukkan jiwa yang perkasa.
8
Mentari terpancar terus bergerak,
menapasi kuntum penghias kota.
Beriman berarti pilihan bertindak,
bukan persoalan keindahan kata.
Beriman berarti pilihan bertindak,
bukan persoalan keindahan kata.
Setiap orang yang bijak,
akan mempengaruh lewat kata.
Gerimis mustahil menepis sinar,
ketika semesta merindu pelangi.
Perbuatan baik berpahala besar,
segala berkat mustahil di halangi.
Perbuatan baik berpahala besar,
segala berkat mustahil dihalangi.
Setiap perbuatan yang kasar,
adalah orang yang tidak punya hati.
9
Kuntum mekar tiada berdaun,
narasi semesta dalam hening.
Kata bijak hanyalah penuntun,
melengkapi nurani nan bening.
Kata bijak hanyalah penuntun,
melengkapi nurani nan bening.
Oleh Tuhan kita dituntun,
pada kehidupan yang bagai arang.
Mengejar senja menuruni karang,
abadikan kisahnya di ujung langit.
Semesta hanya tempat bersarang,
merasakan suasana manis-pahit.
Semesta hanya tempat bersarang,
merasakan suasana manis-pahit.
Semangat adalah juang,
Meskipun banyak terasa sulit.
10
Mawar merah sepohon kecil,
mekar tanpa orang meminta.
Hidup terkadang tidak adil,
kalau tidak di imbangi cinta.
Hidup terkadang tidak adil,
kalau tidak di imbangi cinta.
Kebaikan mesti dicicil,
agar hidup punya cerita.
Senja kembali merenda cemara,
menggores sinar di lintasan jalan.
Tuhan berkarya tidaklah kentara,
mengajak jiwa yang ketinggalan.
Tuhan berkarya tidaklah kentara,
mengajak jiwa yang ketinggalan.
Perbuatan mesti setara,
agar tidak terjadi kegagalan.
11
Kembang putih berdaun hijau,
terbuka lebar menantikan fajar.
Kualitas hidup harus terpantau,
sepanjang tujuan belum terkejar.
Kualitas hidup harus terpantau,
sepanjang tujuan belum terkejar.
Mengejar nasib dengan merantau,
Pada bumi kita berpijar.
Kabut mustahil mengalahkan senja,
walaupun turun mengejar malam.
Kebesaran Tuhan teruslah di puja,
ekspresi kesadaran hati terdalam.
Kebesaran Tuhan teruslah di puja,
ekspresi kesadaran hati terdalam.
Setiap kebaikan pasti dipuja
adalah harapan yang mendalam.
12
Kamera membidik sekuntum dahlia,
merekam kisah kesetiaan semesta.
Kejujuran narasi kehidupan mulia,
melampaui kekayaan intan permata.
Kejujuran narasi kehidupan mulia,
melampaui kekayaan intan permata.
Mengikuti Tuhan dengan setia,
adalah bahagia yang sudah tertata.
Senja melintas di pohon cemara,
menjanjikan fajar selepas malam.
Susah senang semua sementara,
bukan alasan harapan tenggelam.
Susah senang semua sementara,
bukan alasan harapan tenggelam.
Setiap kehidupan sudah tertera,
adalah tujuan Tuhan mengisi alam.
13
Kuntum mekar belumlah tuntas,
merindukan mentari akan terbit.
Tugas panggilan haruslah tuntas,
kekuatan semangat terus di rakit.
Tugas panggilan haruslah tuntas,
kekuatan semangat terus di rakit.
Ibarat kaki yang butuh alas,
Agar tidak menjerit.
Bangunan gereja tampak samar,
senasib nyiur di tinggi kencana.
Beramal ibadah dijadikan pagar,
pengaman jiwa hadapi bencana.
Beramal ibadah dijadikan pagar,
pengaman jiwa hadapi bencana.
Mengisi hati bagai pasar,
akan membuat perjuangan terhina.
14
Tiada kuntum mekar dadakan,
selama alam ketiadaan cahaya.
Kasih sempurna Roh tindakan,
membingkai jejak ziarah jiwa.
Kasih sempurna Roh tindakan,
membingkai jejak ziarah jiwa.
Kadang hidup penuh kekecewaan,
Membuat manusia merasa tak berjiwa.
Senja terpancar bagaikan kedipan,
mengakhiri kisah mengenang hari.
Wasiat jadilah narasi kehidupan,
yang seharusnya membingkai hati.
Wasiat jadilah narasi kehidupan,
yang seharusnya membingkai hati.
Kehidupan penuh alunan,
itulah yang akan membingkai mimpi.
15
Mekar sekuntum mawar merah,
penghias halaman indah dilihat.
Domba surgawi mengucur darah.
pelumas kealpaan warga sejagat.
Domba surgawi mengucur darah,
pelumas kealpaan warga sejagat.
Kehidupan penuh sejarah,
Menjadi cerita dunia akhirat.
Mentari mengakrabi jalan raya,
ketika penghuni kota melintas.
Kasih tergantung berserah nyawa,
membebaskan jiwa tanpa batas.
Kasih tergantung berserah nyawa,
membebaskan jiwa tanpa batas.
Kadang ada rasa kecewa,
saat perbuatan melewati batas.
16
Kembang indah menyambut ,
membiarkan musim siap bertukar.
Jangan biarkan kesempatan pergi,
selagi semangat masih berkobar.
Jangan biarkan kesempatan pergi,
selagi semangat masih berkobar.
Hidup yang selalu tersaingi,
membuat manusia saling mengejar.
Senja mustahil membenci langit,
bahkan selalu menjanjikan fajar.
Andaikan kehidupan terasa sulit,
jadikan kesempatan untuk belajar.
Andaikan kehidupan terasa sulit,
jadikan kesempatan untuk belajar.
Selagi hidup janganlah pelit,
karena sesama ibarat pagar.
17
Anggrek bermekaran -petang,
menjadikan semesta penuh pesona.
Orang beriman merindukan terang,
menuntun pencapaian jiwa termulia.
Orang beriman merindukan terang,
menuntun pencapaian jiwa termulia.
Bagai dunia penuh perang,
Membuat manusia tak bermulia.
Petak terbelah tertimpa sinar,
sebelum jagat merestui petang.
Orang benar pastilah bersinar,
hidup tentram hatinya tenang.
Orang benar pastilah bersinar,
hidup tentram hatinya tenang.
Bingkai hidup bagai pagar,
dengan kejujuran kita dikenang.
18
Anggrek bulan mekar mengagumkan,
narasikan semesta menyambut .
Semua kebaikan pasti menumbuhkan,
sebagaimana hujan membasahi bumi.
Semua kebaikan pasti menumbuhkan,
sebagaimana hujan membasahi bumi.
Semua hidup punya tujuan,
Selagi berpijak di bumi.
Kabut mustahil membenci sinar,
pemberi warna menjelang petang.
Pesan kebangkitan harus disebar,
melampaui segala aral melintang.
Pesan kebangkitan harus disebar,
melampaui segala aral melintang.
Kekuatan iman tempat bersandar,
Menjadikan doa sebagai pengiring.
19
Kembang segar terangkai serasi,
penghias mesbah sebelum layu.
Bahasa perbuatan mestilah berisi,
jangan sekadar berlalunya waktu.
Bahasa perbuatan mestilah berisi,
jangan sekadar berlalunya waktu.
Menjadi seseorang yang tersisi,
adalah hal mengisi sebuah waktu.
Nuca molas berbayang senja,
mewarnai laut tampak tenang.
Menjalani hidup secara bersahaja,
membuat orang selalu senang.
Menjalani hidup secara bersahaja,
membuat orang selalu senang.
Keagungan tuhan hendak dipuja,
menjadikan insan selalu girang.
20
Amarilis mekar tak berdaun,
kelopak terbuka menanti .
Narasi hidup berbilang tahun,
terus maju mustahil kembali.
Narasi hidup berbilang tahun,
terus maju mustahil kembali.
Kegagalan datang beruntun
Membuat manusia tak terkendali.
Dedaunan tiada membenci hari,
saat luruh menjelang petang.
Damailah hidup jika memberi,
pada Tuhanlah kita berutang.
Damailah hidup jika memberi,
pada Tuhanlah kita berutang.
Tetap menjadi diri sendiri,
Itu akan lebih beruntung.
21
Dahlia dekat pohon pinang,
lagi mekar merindukan pagi.
Hidup tak selamanya senang,
mengikut musim silih berganti.
Hidup tak selamanya senang,
mengikut musim silih berganti.
Jangan pernah merasa canggung,
jika manusia menyakiti.
Pohon terendam selagi di pasang,
pratanda hari menanti terpendam.
Kehidupan akan terasa gersang,
jikalau hati terbungkus dendam.
Kehidupan akan terasa gersang,
jikalau hati terbungkus dendam.
Keberanian mesti dibendung,
Karena sukses mesti digenggam.
22
Butiran embun menempeli kelopak,
pasti menghilang ditaklukkan sinar.
Komitmen kebangsaan tak dirombak,
karena kepentingan yang tersamar.
Komitmen kebangsaan tak dirombak,
karena kepentingan yang tersamar.
Melakukan sesuatu dengan bijak,
merupakan tindakkan yang benar.
Senja terekam melewati jendela,
selagi pesawat terbang merendah.
Tiada perjuangan tanpa kendala,
sepanjang orang terus berbenah.
Tiada perjuangan tanpa kendala,
sepanjang orang terus berbenah.
Banyak perjalanan penuh kendala,
Ibarat manusia berlatih memanah.
23
Kuntum ada berpasangan selalu,
penghias dinding penyegar jiwa.
Keteladanan itu lebih memukau,
bukan sekedar pratanda wibawa.
Keteladanan itu lebih memukau,
bukan sekedar pratanda wibawa.
Berlian indah berkilau,
adalah kebanggaan yang terbawa.
Senja tinggalkan sederet pulau,
sebelum terlelap penghuni alam.
Pikiran sesat secepatnya dihalau,
sebelum menoreh luka terdalam.
Pikiran sesat secepatnya dihalau,
sebelum menoreh luka terdalam.
kegagalan membuat galau,
membuat manusia membenci alam.
24
Kuntum setangkai mekar menjulur,
penghias pelataran selama sepekan.
Beribadah itu kesempatan bersyukur,
kepada Tuhan penjamin kehidupan.
Beribadah itu kesempatan bersyukur,
kepada Tuhan penjamin kehidupan.
Dunia akan lebih makmur,
jika kita mendahulukan Tuhan.
Biduk berlabuh menghindari badai,
sebelum berlayar melepas petang.
Semua pengalaman memberi nilai,
merajut kesuksesan masa mendatang.
Semua pengalaman memberi nilai,
merajut kesuksesan masa mendatang.
Jangan takut untuk memulai,
ayo belajar jangan hanya termenung.
25
Serumpun anggrek pengisi taman,
tampak mekar narasikan semesta.
Hidup sempurna karena berkawan,
memaknai ziarah menuju Pencipta.
Hidup sempurna karena berkawan,
memaknai ziarah menuju Pencipta.
Biarkan hidup banyak teman,
Agar cinta terus tertata.
Padi sawah belum berbunga,
dibayang gulma perusak akar.
Jalan hidup merindukan surga,
melintas jalan selalu berpagar.
Jalan hidup merindukan surga,
melintas jalan selalu berpagar.
Harga diri mesti dijaga,
Kebahagiaan mesti berpijar.
26
Lebah hitam menyerbuk kembang,
bahasa semesta menarasikan hidup.
Pendekar kehidupan pasti berjuang,
walaupun harapan terancam redup.
Pendekar kehidupan pasti berjuang,
walaupun harapan terancam redup.
Biarkan harapan terus menwrang,
Janganlah sampai dia redup.
Padi menguning sepanjang kali,
disinari mentari hingga petang.
Pikiran bijak semestinya digali,
agar keputusan tiada ditentang.
Pikiran bijak semestinya digali,
agar keputusan tiada ditentang.
Kehidupan hanya sekali,
selagi hidup teruslah berjuang.
27
Amarilis mekar berkelompok serupa,
menghias taman menyambut .
Nilai pemberian tidaklah seberapa,
asalkan terbungkus keiklasan hati.
Nilai pemberian tidaklah seberapa,
asalkan terbungkus keikhlasan hati.
Perbiasakan diri untuk menyapa,
Keharmonisan mesti dihayati.
Cahaya menembus semak belukar,
mengejar malam berujungkan .
Perjalanan hidup haruslah ditakar,
memastikan nilai serentetan aksi.
Perjalanan hidup haruslah ditakar,
memastikan nilai serentetan aksi.
Biarkan Kebijakan bertumbuh akar,
agar hidup mampu terisi.
28
Kuntum mekar menandai hari,
tampak setinggi hitungan meter,
Kesetiaan mengikuti kata hati,
ukuran tepat menilai karakter.
Kesetiaan mengikuti kata hati,
ukuran tepat menilai karakter.
Aturan mesti ditaati,
agar perbuatan selalu benar.
Sinar senja tinggal sepotong,
setelah lelah edari semesta.
Orang susah mesti ditolong,
bukan demi pujian semata.
Orang susah mesti ditolong,
bukan demi pujian semata.
Belajar bersama diwaktu kosong,
adalah kepintaran yang tertata.
29
Berkuntum putih bukanlah melati,
penghias pohon didekat dinding.
Hidup meraih kebahagiaan sejati,
selagi semesta arena bertanding.
Hidup meraih kebahagiaan sejati,
selagi semesta arena bertanding.
Setiap tantangan harus dilewati,
meski sakit harus ditanggung.
Hamparan sabana berpohon lontar,
tumbuh sepasang berlatar gunung.
Tantangan itu hanyalah pengantar,
mewujudkan impian paling agung.
Tantangan itu hanyalah pengantar,
mewujudkan impian paling agung.
Manusia akan merasa terlantar,
bila dihina oleh orang.
30
Kesumah berlatar kembang kipas,
kembali mekar mengakhiri bulan.
Kebiasaan baik pantang dilepas,
menepis aneka bentuk kebatilan.
Kebiasaan baik pantang dilepas,
menepis aneka bentuk kebatilan.
Menolong sesama mestilah ikhlas,
jangan jadikan seperti iklan.
Petani lelah berteduh sebentar,
merindu angin lautan melintas.
Sepanjang April darma didaftar,
kemungkinan banyak tak tuntas.
Sepanjang April darma didaftar,
kemungkinan banyak tak tuntas.
Dari bulan April kita belajar,
bahwa ada hidup yang tak selalu mulus..