pantun
1 Mei 2022
Pagi
Serumpun anggrek mekar semalam,
menyelipkan amanat penuh hikmat.
Memasuki bulan merangkai salam,
mengandalkan Bunda penuh rahmat.
Memasuki bulan merangkai salam,
mengandalkan Bunda penuh rahmat.
Dibalik harapan yang kelam,
ada tuhan yang memberi hikmat.
Sore
Langit indah lukisan pencipta,
mendandan bumi timur-barat.
Ziarah hidup tinggalkan cerita,
kenangan untuk para sahabat.
Ziarah hidup tinggalkan cerita,
kenangan untuk para sahabat.
Alam indah ciptaan semesta,
dijadikan manusia sebagai sahabat.
2 Mei 2022
Pagi
Bunga kuning penghias taman,
tiada menolak serangga penyari.
Amal kebajikan pagar pengaman,
perziarahan jiwa selagi mencari.
Amal kebajikan pagar pengaman,
perziarahan jiwa selagi mencari.
Jadikan bijak sebagai teman,
Agar kebaikan terpancari.
.
Sore
Cahaya senja menembus kabut,
menarasikan langit bertukar masa.
Ucapan maaf sesama disambut,
buah terindah memahkotai puasa.
Ucapan maaf sesama disambut,
buah terindah memahkotai puasa.
Badai datang hendak berturut,
Menjadikan kemampuan Hendak terpaksa.
3 Mei 2022
Pagi
Kekuntum segar berlomba mekar,
menyambut pagi berkisah malam.
Kesulitan dilengkapi jalan keluar,
rahasia semesta yang terpendam.
Kesulitan dilengkapi jalan keluar,
rahasia semesta yang terpendam.
Rasa yang menjadi pudar,
akibat harapan yang hendak kelam.
Sore
Hamparan sawah setia menanti,
cahaya mentari setia menanti.
Hukum semesta pastilah ditepati,
sebagaimana pagi bertukar malam.
Hukum semesta pastilah ditepati,
sebagaimana pagi bertukar malam.
Setiap perbuatan akan berarti.
Jika manusia tak menaruh dendam.
4 Mei 2022
Pagi
Amarilis mekar secara perlahan,
mengikuti derap musim pematok.
Orang percaya menjumpai Tuhan,
melalui kehidupan pengisi pojok.
Orang percaya menjumpai Tuhan,
melalui kehidupan pengisi pojok.
Menjadikan tuhan sebagai patokan,
dari rasa hidup terpojok.
Sore
Pohon bertahan di antara batu,
saksi setia gerakan samudera.
Pastikan bahasa tindakan satu,
kesuksesan akan hadir segera.
Pastikan bahasa tindakan satu,
kesuksesan akan hadir segera.
Setiap kebaikan bakalan menyatu,
Meski dilanda banyak perkara.
5 Mei 2022
Pagi
Kuntum mawar di tengah semak,
menghias semesta dalam hening.
Kalau kehidupan dirasa terdesak,
orang merindukan pikiran bening.
Kalau kehidupan dirasa terdesak,
orang merindukan pikiran bening.
Orang benar pandai berbijak,
dengan Tuhan mereka tak berpaling.
Sore
Pohon jomblo melilit batuan,
kokoh berakar menepis pasang.
Jagat semesta hanyalah titipan,
arena berlaga menunggu pulang.
Jagat semesta hanyalah titipan,
arena berlaga menunggu pulang.
Sebingkai cerita tinggal kutipan,
tersisa seberkas makna terkandung.
6 Mei 2022
Pagi
Mekarnya dahlia pinggiran jalan,
narasikan semesta nan harmonis.
Berjuang tiada ingin ketinggalan,
sebelum jatuh menjadi pengemis.
Berjuang tiada ingin ketinggalan,
sebelum jatuh menjadi pengemis.
Semua orang punya impian,
wujudkan sampai garis finis.
Sore
Reranting cemara menahan badai,
narasi perjuangan abadikan nama.
Kehormatan jangan pernah digadai,
demi ambisi mengalahkan sesama.
Kehormatan jangan pernah digadai,
demi ambisi mengalahkan sesama.
Orang benar akan dipercayai,
menghias hidup bukan dengan drama.
7 Mei 2022
Pagi
Anggrek tupai bertangkai tiga,
mekar semayang sisa sepasang.
Sepanjang hidup insan berlaga,
semua ingin menjadi pemenang.
Sepanjang hidup insan berlaga,
semua ingin menjadi pemenang.
Harga diri hendak dijaga,
Hendaknya kain yang dirajut benang.
Sore
Kampus tampak berbayangkan kabut,
sinarnya memancar sepanjang jalan.
Segala kebaikan seharusnya disambut,
sebagaimana malam mengakar bulan.
Segala kebaikan seharusnya disambut,
sebagaimana malam mengakar bulan.
Kehidupan berakhir nyawa dicabut,
menuju alam baka tak kelihatan.
Kehidupan berakhir nyawa dicabut,
Menuju alam baka tak kelihatan.
Mengakhiri bukan dengan ribut,
Tetapi akhiri dengan kedamaian.
8 Mei 2022
Pagi
Kuntum menghias teras rumah,
berkelopak indah memikat hati.
Menjamin jiwa setia beribadah,
meskipun bukan sepanjang hari.
Menjamin jiwa setia beribadah,
meskipun bukan sepanjang hari.
Kadang hidup tidak terarah,
dengan diay kita disadari.
Sore
Langkah senja mustahil tertahan,
menyinari puncak menara sekota.
Disiplin haruslah dijadikan taruhan,
menerima kesuksesan yang dipinta.
Disiplin haruslah dijadikan taruhan,
menerima kesuksesan yang dipinta.
Kesuksesan adalah harapan,
Yang akan dijadikan cerita.
9 Mei 2022
Pagi
Pojok kampus berhiaskan amarilis,
mekar menyambut pancaran surya.
Perlombaan hidup merebut finalis,
mengukur kualitas kebajikan karya.
Perlombaan hidup merebut finalis,
mengukur kualitas kebajikan karya.
Dari tindakan yang Bazis,
Membuat manusia tak pandai berkarya.
Sore
Lautan pasang menggerus akar,
yang bertahan mengakrabi batu.
Ujung kehidupan pastilah ditakar,
memastikan kata-tindakan satu.
Ujung kehidupan pastilah ditakar,
memastikan kata-tindakan satu.
Perbuatan baik selalu berakar,
dengan tindakan semua menyatu.
10 Mei 2022
Pagi
Kelopak mekar menantikan sinar,
berbenang sari tampak memikat.
Kehidupan ibaratnya tetali gitar,
nyaring terdengar sekuat diikat.
Kehidupan ibaratnya tali gitar,
nyaring terdengar sekuat diikat.
Berbuat baik hendak terpancar,
dengan doa semua terpikat.
Sore
Pancaran senja di ujung kota,
pamit semalam janjikan pagi.
Orang bijak kelimpahan kata,
mengisi ruangan setiap hati.
Orang bijak kelimpahan kata,
mengisi ruangan setiap hati.
Harta hanya emas semata,
tetapi tidak dibawa mati.
11 Mei 2022
Pagi
Mawar bertahan menanti pagi,
sarana semesta tempat berlajar.
Bersyukur cara melapangkan hati,
sebelum segala impian terkejar.
Bersyukur cara melapangkan hati,
sebelum segala impian terkejar.
Hasil tidak akan menghianati,
Perjuangan yang kita pijar.
Sore
Kekupu terbang hinggap sejenak,
tiada mengira dimangsa pergam.
Hidup berdamai saudara bersanak,
melapangkan hati terlilit dendam.
Hidup berdamai saudara bersanak,
melapangkan hati terlilit dendam.
Pada bumi kita berpijak,
Sahabat setia adalah alam.
12 Mei 2022
Pagi
Empat kelopak sekalian mekar,
menyebar aroma searah udara.
Susah-senang selalu bertukar,
supaya insan hidup bersaudara.
Susah-senang selalu bertukar,
supaya insan hidup bersaudara.
Ikatan janji jangan diingkar,
dari dua insan yang mengembara.
Sore
Angkasa merelakan senja turun,
mengakrabi bumi di kaki menara.
Manusia musafir pelintas gurun,
hujan badai hanyalah sementara.
Manusia musafir pelintas gurun,
hujan badai hanyalah sementara.
Kepercayaan semakin menurun,
dalam menapaki jejak mengudara.
13 Mei 2022
Pagi
Lotus mekar meninggalkan lumpur,
menerobos daun mengendus sinar.
Semangat juang pantang mengendur,
sebelum menggapai impian terbesar.
Semangat juang pantang mengendur,
sebelum menggapai impian terbesar.
Dalam perbuatan haruslah jujur,
berani hadapi ujian terbesar.
Sore
Cahaya petang di tanah lapang,
lepaskan langit berselimut kabut.
Berdamai tiada bahasa bersilang,
kemenangan pasti dapat direbut.
Berdamai tiada bahasa bersilang,
kemenangan pasti dapat direbut.
Kuat seperti saat berperang,
Kemenangan mesti dirajut.
14 Mei 2022
Pagi
Kuntum indah memahkotai daun,
menebarkan pesona menanti gugur.
Pujian syukur senantiasa dilantun,
sebelum prahara datang menegur.
Pujian syukur senantiasa dilantun,
sebelum prahara datang menegur.
Menjawab pertanyaan dengan santun
membuat hidup kian teratur,
Sore
Angkasa mustahil membenci kabut,
untuk menghadirkan senja kencana.
Kebesaran nama janganlah dicatut,
sekadar lapangkan segala rencana.
Kebesaran nama janganlah dicatut,
sekadar lapangkan segala rencana.
Keberhasilan janganlah selalu dituntut,
semua punya rencana.
15 Mei 2022
Pagi
Amarilis merekah semakin indah,
mengisi kekosongan area parkir.
Hidup panggilan beramal-ibadah,
menopang raga menantikan akhir.
Hidup panggilan beramal-ibadah,
menopang raga menantikan akhir.
Jalani hidup penuh amarah,
kelak kebencian selalu hadir.
Sore
Kabut menutup ngarai lembah,
tampak lembut disinari petang.
Hanya Tuhan pantas disembah,
penentu nasib masa mendatang.
Hanya Tuhan pantas disembah,
penentu nasib masa mendatang.
Kasih tuhan amatlah indah,
cinta nya selalu agung.
16 Mei 2022
Pagi
Tertanam bunga di teras rumah,
batang tunggal kelopak empat,
Hidup damai meredam amarah,
menimbang rasa untuk sepakat.
Hidup damai meredam amarah,
menimbang rasa untuk sepakat.
Setiap manusia pandai berceramah,
untuk membuat orang terpikat.
Sore
Kabut terpencar dihalau badai,
melewati menara dari kejauhan.
Semesta hanyalah sebuah kedai,
tempat jeda menentukan pilihan.
Semesta hanyalah sebuah kedai,
tempat jeda menentukan pilihan.
Kekayaan janganlah digadai,
menelan hikmat dalam perbuatan.
17 Mei 2022
Pagi
Setangkai anggrek dekat jendela,
kuntumnya mekar dekat jendela.
Kejernihan hati mengatasi kendala,
tujuan tercapai, pelajaran dipetik.
Kejernihan hati mengatasi kendala,
tujuan tercapai, pelajaran dipetik.
Kebaikan mendapat piala,
jika manusia tak saling mengusik.
Sore
Berwisata bahari di Nusa Penida,
menyaksikan laut melintas batu.
Berbakti mengabdi bumi persada,
tekad perjuangan hanyalah satu.
Berbakti mengabdi bumi persada,
tekad perjuangan hanyalah satu.
Setiap insan selalu berbeda,
tidak punya latar belakang yang satu.
18 Mei 2022
Pagi
Setangkai anggrek menanti lebah,
terbang dituntun menyertai pagi.
Setiap harilah hikmat bertambah,
sebelum semuanya habis terbagi.
Setiap harilah hikmat bertambah,
sebelum semuanya habis terbagi.
Kebiasaan buruk mesti diubah,
sebelum kenangan beranjak pergi.
Sore
Lautan surut tiada berombak,
terbayang nusa tak berawan.
Bahasa sinis setajam tombak,
membuat hidup tiada nyaman.
Bahasa sinis setajam tombak,
membuat hidup tiada nyaman.
Masalah itu seperti tombak,
berujung jerit dan kesakitan.
19 Mei 2022
Pagi
Keindahan mekar dalam keheningan,
narasikan kebesaran pemilik semesta.
Orang bijaksana membatasi keinginan,
mencegah munculnya silang sengketa.
Orang bijaksana membatasi keinginan,
mencegah munculnya silang sengketa.
Meski sukses karena hasil jualan,
membuat hidup punya jalan cerita.
Sore
Awan langit melintasi sawah,
walau hanya bertahan sejenak.
Hidup bukan sekedar berubah,
tetapi harus menorehkan jejak.
Hidup bukan sekedar berubah,
tetapi harus menorehkan jejak.
Membersihkan diri dengan ibadah,
membuat iman memiliki jejak.
20 Mei 2022
Pagi
Kusumah putih di pojok taman,
isyarat kehidupan berbuka hari.
Setia hidup mengamalkan iman,
penentu lokasi di akhirat nanti.
Setia hidup mengamalkan iman,
penentu lokasi di akhirat nanti.
Segala masalah serahkan pada Tuhan,
Karena dia ada saat kamu menanti.
Sore
Senja terpantul sepenuh rerawa,
memadukan pesona langit bumu.
Hanya kebajikan pantas dibawah,
bekal sepulang tinggalkan bumi.
Hanya kebajikan pantas dibawah,
bekal sepulang tinggalkan bumi.
Orang lain jangan dianggap rendah,
karena kita sama-sama makhluk bumi.
21 Mei 2022
Pagi
Kembang sepatu berdaun hijau,
mekar sekuntum menyambut hujan.
Tujuan terbaik harus terjangkau,
meskipun melewati rentetan ujian.
Tujuan terbaik harus terjangkau,
meskipun melewati rentetan ujian.
Kebutuhan tidak selalu terjangkau,
semua butuh perkiraan.
Sore
Menjelang senja di Nanga Baras,
tinggalkan sawah selepas panen.
Prestasi ujung perjuangan keras,
walaupun tiada selalu permanen.
Prestasi ujung perjuangan keras,
walaupun tiada selalu permanen.
Meski dengan sebuah kertas,
Kesuksesan menjadi permanen.
22 Mei 2022
Pagi
Kusumah mekar menjanjikan harapan,
menggapai impian dalam canda-tawa.
Semua kesulitan mewarnai kehidupan,
ketenangan hati mendamaikan jiwa.
Semua kesulitan mewarnai kehidupan,
ketenangan hati mendamaikan jiwa.
Kehidupan selalu punya impian,
menghias kenangan yang bernyawa.
Sore
Memotret senja seketika melintas,
melepas hamparan pasca-panen.
Setiap insan berpeluang terbatas,
karena kehidupan tidak permanen.
Setiap insan berpeluang terbatas,
karena kehidupan tidak permanen.
Berekspresi lah bebas,
karena senyum semua susah serasa permen.
23 Mei 2022
Pagi
Berjalan pagi menyegarkan raga,
memotret bunga menjalari pagar.
Keamanan negara tugasnya warga,
memenuhi kewajiban secara sadar.
Keamanan negara tugasnya warga,
memenuhi kewajiban secara sadar.
Kebersamaan hendaknya dijaga,
menjadikan sesama sebagai tempat bersandar.
Sore
Berkelok jalan sepanjang teluk,
indah dipandang sebukit cinta.
Sifat serakah mestinya ditakhluk,
sebelum kehidupan disusup derita.
Sifat serakah mestinya ditakhluk,
sebelum kehidupan disusup derita.
Menyerah sering dilakukan setiap makhluk,
Mewarnai hidup penuh cerita.
24 Mei 2022
Pagi
Dinding rumah berkuntum cantik,
mekar tergantung memikat rasa.
Nasihat bijak semestinya dipetik,
menepis ancaman berputus asa.
Nasihat bijak semestinya dipetik,
menepis ancaman berputus asa.
Hidup akan menjadi unik,
Jika manusia tak berputus asa.
Sore
Lautan membiru penghias teluk,
kala darat samudera terbingkai.
Susah-senang dekat di pelupuk,
bagai ombak mengakrabi pantai.
Susah-senang dekat di pelupuk
bagai ombak mengakrabi pantai.
Perbuatan baik hendaknya dipupuk,
Agar kisah tak terbantai.
25 Mei 2022
Pagi
Teratai indah mekar sekuntum,
akhiri musim menantikan hari.
Karya Tuhan membuat kagum,
menarasikan syukur setiap hati.
Karya Tuhan membuat kagum,
menarasikan syukur setiap hati.
Berhasil membuat mu kagum,
Itu karena Tuhan selalu berkati.
Sore
Cahaya senja di ladang jerami,
penghias petak selepas panen.
Gelagat semesta tak terselami,
selagi lukisannya tak permanen.
Gelagat semesta tak terselami,
selagi lukisannya tak permanen.
Hidup harus bisa memahami,
berbagi cinta dengan permanen.
26 Mei 2022
Pagi
Teratai mekar hanyalah sekuntum,
penghias hamparan Rana Tonjong.
Kebesaran Tuhan nyata tercantum,
kepada-Nya insan meminta tolong.
Kebesaran Tuhan nyata tercantum,
kepada-Nya insan meminta tolong.
Ibarat bunga yang harum,
Hidup juga punya kisah terkandung.
Sore
Teluk biru menarasikan langit,
yang setia memberikan warna.
Iman amal mestinya dianggit,
jadikan modal meraih nirwana.
Iman amal mestinya dianggit,
jadikan modal meraih nirwana.
Sekali hidup janganlah pelit,
agar hidup seindah nirwana.
27 Mei 2022
Pagi
Anting-anting india mekar berulang,
kisah sederhana tentang kehidupan.
Setiap kesulitan membuka peluang,
untuk orang yang berpengharapan.
Setiap kesulitan membuka peluang,
untuk orang yang berpengalaman.
Susah menyuruhmu berjuang,
mewujudkan mimpi penuh pengharapan.
Sore
Jalan menanjak menggapai bukit,
berteman angina kiriman samudera.
Pikiran positif menangkal penyakit,
melepaskan raga yang tersandera.
Pikiran positif menangkal penyakit,
melepaskan raga yang tersandera.
Dihina adalah perbuatan yang sakit,
melemahkan tubuh yang disandera.
28 Mei 2022
Pagi
Kuntum mekar merah kuning,
setia menanti cahaya mentari.
Orang bijaksana berhati bening,
masalah dikaji solusinya dicari.
Orang bijaksana berhati bening,
masalah dikaji solusinya dicari.
Sebelum jalur kuning melengkung,
Harapan mu masih bisa terpancari
Sore
Pesona senja menuruni gunung,
sisakan harapan menunggu pagi.
Perjalanan hidup perlu direnung,
mengingat waktu tiada kembali.
Perjalanan hidup perlu direnung,
mengingat waktu tiada kembali.
Kejururan harus selalu dijunjung,
menabur kasih selalu terkendali.
29 Mei 2022
Pagi
Kuntum anggrek tidak bergetah,
bermekaran lagi menebar aroma.
Sepanjang raga setia beribadah,
jiwa tertuntum mencapai nirwana.
Sepanjang raga setia beribadah,
jiwa tertuntum mencapai nirwana.
Mengubah diri dengan ibadah,
agar hidup lebih berwarna.
Sore
Menjemur padi ditengah kampung,
selagi matahari menembus awan.
Gagasan sesama haruslah ditampung,
penopang andalan hidup berkawan.
Gagasan sesama haruslah ditampung,
penopang andalan hidup berkawan.
Sesuaikan diri hidup dikampung,
sosialisasi adalah pekerjaan.
30 Mei 2022
Pagi
Taman anggrek belakang rumah,
mekar berderet menabur pesona.
Janganlah biarkan tradisi punah,
tergerus mental melawan norma.
Janganlah biarkan tradisi punah,
tergerus mental melawan norma.
Setiap insan gampang berubah,
berbuat tak sesuai norma..
Sore
Cahaya senja membingkai kota,
selepas langit menurunkan hujan.
Menarasikan hari merangkai kata,
tiada niat mengharapkan pujian.
Menarasikan hari merangkai kata,
tiada niat mengharapkan pujian.
Merangkai kata dalam cerita,
penuh makna dan perngharapan.
31 Mei 2022
Pagi
Kekuntum segar beraneka ragam,
menghias taman pemberi pesona.
Hidup jangan tangan digenggam,
relakan sedekat memberi derma.
Hidup jangan tangan digenggam,
relakan sedekat memberi derma.
Terkadang dunia menjadi kejam,
semua perbuatan penuh drama.
Sore
Cakrawala cerah mengakhiri bulan,
abadikan harapan sepenggal masa.
Tiada kesuksesan hanyalah kebetulan,
selama berjuang tanpa berputus asa.
Tiada kesuksesan hanyalah kebetulan,
selama berjuang tanpa berputus asa.
Semua cerita punya kenangan,
Yang akan dikenang sepanjang masa.